Lihat,lihat dengan mata ku.
Tepat di depan ku,kau berdiri di depan mata ku.
Setonggak tongkat berlumur kuning keemasan,dan jubah berlapis baja.
Mahkota mu tertutup rapat.
Sulit ku baca kalimat apa setelah mengenal mu.
Kau,wanita bermahkota.
Suara mu melukis cepat di batin ku dengan ribuan warna.
Tawa mu mengharukan ku ketika semangat mendekati mu pudar karna sesuatu.
Hey,kau wanita bermahkota.
Tunjukan wujud mu di dalam mahkota mu,tak jauh berbeda.
Tetap indah,bahkan lebih indah mengenakan mahkota.
Jika memang kau wanita,mungkin kau tau tentang seorang pria.
Pria tanpa perhiasan dan sedikit keahlian.
tandus dan berkarat mendekati kematian karna besarnya rasa keputus asaan untuk semua yang ia inginkan.
Wahai wanita bermahkota.
Apa kau bertanduk?
Melihat segalanya dengan kesempurnaan?
Aku,aku pria miskin dengan segala sesuatu,dan kau,kau wanita bermahkota yang di berkahi jutaan kesempurnaan di setiap pandangan ku.
Wanita,iya,kau wanita bermahkota.
Apa mungkin kau akan mengusir ku?
kemudian melempar selogam senyuman,jika kau tau akulah pria yang mengagumi mu?
Jika memang begitu,aku akan pergi tanpa pamit dan membuang RAHASIA ini.
Iya,ini RAHASIA.
Semua tidak tau dan bahkan semua bisa tau.
Jadi biarkan kau tau semua RAHASIA,mengapa wanita bermahkota ini ku tulis.
Karna....
Kau pasti tau,aku yahin tanpa harus ku beri tau.
Dan semua akan tau.
Untuk sebuah RAHASIA aku dan wanita bermahkota.
Selasa, 05 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar