Anjing itu menangis.
Mengais-ngais makam si bungsu.
Menelan liur melihat tulang belulang berlapis ribuan belatung dan cacing yang kelaparan.
Sisakan sedikit tulang itu untuk ku.
'ucap ku'
Aku sekarat dan lapar.
Selasa, 05 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar