Serasa kebahagian itu datang
setiap kali dan beberapa kali
tetapi bait kegagalan selalu terbaca setiap kali aku bermimpi
arah ku hilang ketika aku bertanya tentang dirimu
aku coba membunuh dengan kebohongan dalam cinta yang ku pendam
debu yang menghalangi mata ku
ku hapus dengan kedua telapak tangan mungilku
mengungkap betapa ada kamu dalam hidupku
tiada suara
ungkapan
bahkan tulisan apa arti ku untuk mu?
jalan ku
langkah ku terus berjalan
mencari potongan cerita
dalam bingkisan sebuah penantian
berharap beribu indahnya
ketika benang harapan begitu tipis
terselip
menyelip
dalam kedip mata dan terjepit
kemudian pupus dalam hitungan detik
ketika datang pada waktunya
aku bertahan tanpa kata
menyimpan suara
dalam sebuah senyuman
Selasa, 05 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar